Jumat, 20 Juni 2008
PRODUK GEOWISATA MERUPAKAN UNSUR EKOWISATA
Mendidik Wisatawan tentang fungsi dan manfaat lingkungan alam dan budaya.
Meningkatkan kesadaran dan penghargaan akan lingkungan dan budaya.
Bermanfaat secara ekologi, sosial dan ekonomi bagi masyarakat tuan rumah, dan menyumbang langsung pada pelestarian yang berkelanjutan dalam menajemen lingkungan alam dan budaya yang terkait.
Rabu, 18 Juni 2008
SAWAHLUNTO DISCOVERY

Potensi geowisata di wilayah Sawah lunto, Sumatera Barat dapat dikembangkan dengan beberapa cara seperti dengan membuat sejarah geologi daerah geowisata, membuat kunjungan geowisata, pameran geowisata, dll. misalkan di Panorama Puncak Polan dapat dibuat suatu Papan tampilan yang menceritakan sejarah geologi terbentuknya Cekungan Ombilin/Sawahlunto, selain menarik untuk dibaca tentu juga akan menambah pengetahuan tentang terjadinya atau terbentuknya kota yang berda pada cekungan ini bagi pengunjung, bagi peserta didik tentu dapat dijadikan tambahan referensi dalam memahami pelajaran ilmu kebumian di sekolah. Di lain hal sebagai laboratorium alam, potensi geowisata ini tidak hanya menarik bagi wisata tapi juga dapat menarik sebagai area penelitian. Pendirian Galery Geowisata Sawalunto dapat pula direncanakan berisi tentang sejarah geologi suatu potensi wisata di tempat tujuan wisata, galery ini dibuat sebagai referensi awal bagi pengunjung geowisata Sawahlunto.
APLIKASI BENTANG ALAM GEOLOGI DALAM GEOWISATA
I. PENDAHULUAN
1.1 Pengertian
Bentang Alam Geologi (geomorfologi) adalah cabang dari ilmu geologi yang membahas bentuk, geometri dan proses-proses yang terjadi serta kondisi geologi yang mengendalikan.
Geologi Tata Lingkungan adalah kondidi geologi yang diperlukan dalam proses perencanaan tataruang kota dan wilayah, pengaruh geologi terhadap lingkungan binaan, serta dampak lingkungan binaan terhadap kondisi geologi.
Geowisata adalah bagian dari ilmu geologi yang membahas kaitan antara geologi dengan kepariwisataan.
1.2 Pariwisata
Pariwisata merupakan jaringan berbagai unsur dan kegiatan dalamtatanan (sistem) yang utuh, ditujukan untuk memenuhi perjalanan guna kesenangan (pleasure). Kesenangan yang ingin dicapai dalam pariwisata dapat berupa: keindahan alam, lingkungan alam, kesehatan dan olah raga, petualangan, ilmu pengetahuan, budaya, kulutur, industri dan teknologi, kuliner dan lain sebagainya.II. GEOMORFOLOGI
2.1 Geomorfologi dan Tektonik GlobalBentang alam makro sebagai produk kegiatan Tektonik Global.
2.2 Satuan Geomorfologi Sebagai Aset Wisata
- Pegunungan: Gunung api, Plateau, Kubah, Lipatan (fold), Patahan (fault) dll.
- Dataran : Dataran Pantai, delta, rawa, danau, Banjir, Sungai dsb.
- Pantai: Pantai Landai, Berlumpur, Berpasir, Terumbu Karang, terjal, Teluk, dsb
III. GEOLOGI TATA LINGKUNGAN
3.1 Pemikiran Dasar
Kondisi Geofisik merupakan landasan bagi pembangunan lingkungan binaan. Lingkungan binaan memberikan dampak kepada lingkungan Bio-Geofisik.
3.2 Analisis Geofisik untuk Pembangunan
Geologi tata lingkungan memberi evaluasi suatu wilayah:
Apakah mendukung ? Apakah terdapat kendala yang dapat diperbaiki ?
Apakah terdapat daerah limitasi yang perlu dihindari untuk pembangunan tertentu seperti:
sesar aktif, gas beracun, longsoran besar dll.
IV. PENUTUP
Bentang Alam Geologi (geomorfologi) mempunyai peran penting sebagai salah satu sumber daya pariwisata: laut, pantai, dataran, sungai, danau airterjun, gua, perbukitan, pegunungan dan sebagainya. Di dalam masing-masing gejala geomorfologi tersebut banyak mengandung unsur-unsur yang dapat dikembangkan sebagai aset Geowisata: geomorfologi, mineral, batuan, stratigrafi, struktur geologi, fosil dan kehidupan purba, geologi sejarah, tektonik, kegunungapian, dsb. Geologi Tata lingkungan berperan dalam evaluasi mengenai daya dukung, kendala, maupun limitasi dari pembangunan pariwisata.
